Pulo Gebang? Di mana tuh....?
Sebagian besar anak-anak Mia Patria yang lugu-lugu ini pasti tidak bisa kembali sendiri ke sana, secara lokasinya yang teramat jauh di ujung timur kota Jakarta. Oleh karena itu pula, kami semua tanpa terkecuali lebih baik dan sebaiknya "bersarang" di sana untuk melayani keempat misa Paroki Santo Gabriel, Pulo Gebang, pada 10 dan 11 Maret 2012.
![]() |
| Tarian Pembukaan courtesy by Mega |
Sarang kami kali ini adalah sebuah rumah milik gereja, namun berjarak cukup jauh dari gedung gereja, khususnya bagi mereka yang harus mengenakan jarit, karena langkahnya harus irit-irit. Jalan terdekat menuju gereja ditutup portal, sehingga nona-nona yang sudah berdandan dan mengenakan busana daerahnya di rumah harus berjuang dulu sebelum menginjakkan kaki di rumah Tuhan. Namun secara keseluruhan, rumah ini cukup nyaman kok, walaupun tetap saja pasti ada oknum-oknum jelmaan kelelawar yang insomnia sepanjang malam.
Kali ini Mia Patria juga harus rela berbagi jatah kamar dengan dayang-dayang Kak Sinta, putri-putri takaran kita, eh... hmm... Tarakanita. Terima kasih sebesar-besarnya untuk "anak-anak angkat" Kak Sinta yang setia sampai akhir membantu kami berjualan CD sehabis misa. Terima kasih juga kami sampaikan pada Wita dan Ompung yang sudah membantu mendokumentasikan penampilan kita.
![]() |
| Menyanyi di Balkon courtesy by Mega |
Masih dalam masa prapaskah, Mas Putut pun menggubah beberapa aransemen lagu untuk disesuaikan dengan situasi pertobatan (baca: tidak meriah-meriah amat). Yang paling jelas terlihat adalah lagu "Sesaji Insani" khas Bali, dibuat lebih mengalir tanpa embel-embel "cak cak cak..." atau "wing...wing...wing..." atau "eo wa eo.." Saking mengalirnya, sempat juga pitch lagu ini mengalir turun pada misa-misa pagi hari. Namun semoga saja ketidaksempurnaan ini tertutupi oleh tarian persembahan yang juga ditarikan lebih sederhana saat itu. Lagu-lagu lain yang dinyanyikan: Sembah Bekti, Ordinarium Melayu, Pimpinlah Langkahku, Ekaristi, dan Syukur Kami.
![]() |
| Wajah Kami courtesy by Mega |
Namun memang anak-anak Mia Patria itu lucu dan menggemaskan, tetap saja kemeriahan misa budaya tidak dapat terelakan. Sehabis misa kedua minggu pagi dan misa minggu malam, kami pun tampil di halaman gereja membawakan beberapa lagu daerah.
Terlihat jelas bahwa sebagian besar dari kami masih mengalami kesulitan besar bertahan membuka mata pada saat misa, entah karena belum pandai mengatur waktu istirahat atau situasi gedung gereja yang sangat memungkinkan. Pada misa di Pulo Gebanglah kami juga tahu bahwa Mega kini punya teman yang jago mengigau. Saking tingginya ilmu, ia mampu menyanyikan lagu Bapa Kami dan Pimpinlah Langkahku dalam keadaan tidur (untuk menjaga privasi, nama oknum off the record yaa)
Kesempatan ini juga menjadi ajang perkenalan anggota baru tapi lama yaitu kakak beradik Mas Arif dan Angga pada anggota tim Eropa 2012 yang baru. Cerita-cerita lucu pun terbocorkan Minggu siang itu mengenai kenangan perjalanan tahun 2010.
Ke-solid-an tim 2012 ini pun berlanjut selepas tugas. Tidak hanya dengan rajin berfoto, tetapi juga dengan kekompakan menunjukkan wajah aslinya seperti pada foto ini:
| Karya Temannya Ka'Win |



Met malem Admin.
BalasHapusBoleh minta partitur ordinarium gaya melayu?
Saya punya buku Misa Nusantara, tapi yg ada ordinarium gaya minang.
Rencananya akan diadakan misa dengan lagu2 gaya melayu di gereja stasi saya.
Terima kasih atas perhatiannya.
Arief - Stasi St Agustinus, Halim PK, Jakarta Timur
arief92.strahan@gmail.com