| Suasana Check Sound Lagu Sigulepong |
27 Januari
Makin berkibar aja nih Mia Patria di bulan Januari. Setelah unjuk suara dan gerak di Bekasi, kali ini pasukan MPC diundang Bapak Richard selaku direktur Penerbit Penebar Swadaya mengisi acara perayaan ultah ke-30 penerbit tersebut di Hotel Acacia Salemba pukul 19.30-22.00.
Siang hari sekitar pukul 15.00 sebelum acara mulai, anggota MPC, terutama yang gadis-gadis, berkumpul dulu di base camp Sari Bundo Rawamangun untuk berdandan. (yang angkut-angkut alat musik tidak ikutan dandan lho-red). Penampilan sudah oke (para gadis) dan alat sudah rapih masuk truk, semuanya latihan sebentar lagu Satu Nusa Satu Bangsa. Pukul 16.30 berangkatlah pasukan MPC membelah kemacetan Jalan Pemuda menuju Jalan Kramat tempat Hotel Acacia berada.
| Dandan part two atau Makan part two? Hihihi... |
Pukul 19.30 tiba, show time ladies and gentlemen! Dengan gagah anggota MPC menuju ke panggung memulai keriaan malam itu dengan menyanyikan Satu Nusa Satu Bangsa (ini syahdu, bukan ria ya harusnya?-red). Ada miskomunikasi di sini. Seharusnya pertama kali dinyanyikan unisono baru pengulangan empat suara. Saking semangatnya, langsung saja lagu dihantam empat suara.
Next, Medley Sunda tapi …… ups! Ke mana Malvin si akang pelantun lagu Sunda? Pemirsa, ternyata Malvin menjadi korban kehebohan demo buruh yang memblokir Tol Cikampek sehingga dia mesti zig-zag mencari jalan alternatif untuk mencapai hotel. Sekalipun terlambat, salut buat Malvin yang telah bersusah payah menerjang segala hambatan dan rintangan.
Akhirnya solo intro Medley Sunda diambil alih Ricky yang walaupun sedang masuk angin berusaha mencapai nada tinggi tenor. By the way busway, abis penampilan sesi satu Ricky langsung minta dipijat Om Wakijo bahkan sampai muntah-muntah. Untung cuma intro ya Rick, coba kalau solo Diru Nina. Bisa minta pernapasan buatan tuh…. Nah ini tugasnya Mbak Prima, ya.
| Ricky Yang Gagah Perkasa Teler Juga |
Kembali ke penampilan MPC malam itu. Setelah Medley Sunda penampilan selanjutnya Sigulepong. Malvin yang baru datang dengan sukses menyelinap ke barisan, tanpa disertai kepulan asap, dan berikutnya Medley Floresiana yang dipimpin Om John dan Jenny. Ketiga lagu di sesi pertama dieksekusi dengan anggun dan indah sehingga mengundang tepuk tangan penonton.
Setelah sesi satu acara diselingi penampilan bintang tamu lain dan awak MPC bisa istirahat mempersiapkan diri untuk gong penampilan mereka: Diru Nina.
Pukul 21.30 teng anggota MPC bersiap masuk panggung dengan formasi Diru Nina. Solis dibawakan oleh orang Flores dan Batak namun cucok sekali dalam kostum papua dan ikat kepala cendrawasihnya, Asten dan Rachel. Maaf teman-teman, sepertinya Diru Nina yang diharapkan sebagai gong pemuncak tidak dilantunkan dengan sempurna. Masih ada beberapa kedodoran di sana sini. Ada sela waktu sebelum teman-teman sadar bait yang mesti dinyanyikan.
| Om John dan Kedua Selirnya |


