![]() |
| Bersama Mgr. Ignasius Suharyo, Uskup Agung Jakarta courtesy: Agata Melisa |
Kamis, 5 Januari 2012
Mengawali tahun dengan melayani misa di Gereja Katedral bersama Bapak Uskup Agung Jakarta merupakan pengalaman yang tak terlupakan. Terima kasih untuk Majalah Hidup yang telah mengundang kami berpartisipasi dalam misa perayaan ulang tahunnya ke-66.
Hari ini kami tampil untuk pertama kalinya di tahun 2012, dalam rangka persiapan perjalanan budaya ke Eropa bulan April - Juni nanti. Walaupun hujan badai melanda ibukota hari itu, kami tetap melayani dengan senyum (lihat saja aksi kami di foto).
Perarakan masuk misa diiringi lagu bernuansa Jawa "Sembah Bekti", dengan para penari: Bapak Wakijo dan putri-putri ayu Etty dan Uchie. Lagu-lagu ordinarium masih dari ranah Minang. Pada lagu persembahan, kami menuju Bali dengan mengumandangkan "Sesaji Insani". Bias dengan lenggokan dan lirikan tajam khas penari Bali memimpin iringan persembahan sayur dan buah yang dibawa Mega dan Nana, serta tumpeng raksasa yang dibawa oleh tim Majalah Hidup menyusul di belakang. Sebagai lagu persembahan, kami keroncong-an dengan "Bersemayamlah di Dalam Hati". Sentuhan Batak untuk mengakhiri misa tertuang dalam lagu "Syukur Kami", yang juga ditarikan kali ini oleh Ika dan Pandit. (/nat)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar