Senin, 30 April 2012

Halo Eropa!

Minggu - Senin, 29 - 30 April

Beberapa orangtua anggota masih menunggu hingga keberangkatan dengan bus besar dari markas Mia Patria di Rawamangun. Kardus perlengkapan telah selesai dipacking oleh tim perlengkapan. Sesuai jadwal yang ditentukan, jam sembilan hampir seluruh anggota yang akan berangkat dalam misi budaya (30 orang) telah berkumpul. Tim perlengkapan (Budi, Anton, Malvin, Pice, dan rekan) terlihat masih menyelesaikan beberapa kotak alat dan telah memasukannya ke dalam truk besar, dengan dukungan dari salah satu anggotanya (Kelvin) bersama karyawan restoran Sari Bundo.

Doa Keberangkatan
Setelah berdoa bersama yang dipimpin oleh Dian, dalam kebersamaan, menyanyikan lagu “no pain no gain” dan “limpahkanlah” dengan bergandengan tangan bersama orangtua dan kakak, diiringi dentingan piano oleh Uchie, melambungkan rasa syukur dan pengharapan agar perjalanan misi budaya ini akan berlangsung dengan baik.


Kemudian kami bersiap untuk berangkat menuju bandara, diikuti satu truk berisi perlengkapan. Sekitar jam duabelas siang, kami tiba di bandara Soekarno Hatta, terminal 2D. Sementara menunggu dibukanya loket cek in Qatar airline jam dua siang, dengan pesawat Qatar airways QR673 pada 17.40 menuju Doha, kami juga diantar oleh beberapa anggota MP (Nana, Talia, Lanny, om Wakijo dan Patty) dan orangtua dari Malvin, Ika&Uchie, sambil menikmati konsumsi yang telah disediakan oleh mbak Ika dan mbak Dita.

Di dekat lokasi beberapa ATM di terminal 2D, beberapa anggota bergantian makan siang sambil bercengkrama, sementara didepan loket cek in Qatar, om Broto dan mas Andre bersiap-siap untuk mengurus tas bagasi dan kardus perlengkapan yang berisikan asesoris dan makanan khas Indonesia, serta perlengkapan musik yang akan digunakan selama perjalanan misi budaya berlangsung.

Kesibukan terjadi pada saat penimbangan kardus perlengkapan, setelah penghitungan tas bagasi yang berselimutkan kain orange selesai. Selain dari sisi berat masing-masing boks dengan kapasitas yang diijinkan 32 kg memerlukan pengurangan lagi dengan membongkar beberapa kotak yang berkapasitas berlebihan, yaitu dengan mengurangi stand partitur sebanyak 8 buah, busa tempat duduk dan stand gitar.

Setelah perlengkapan selesai, kami bersiap masuk keruangan boarding area dan berangkat sesuai jadwal.
Beberapa Kerabat Mengantar Kami dari Sari Bundo

Puji Tuhan kami tiba dengan selamat di Doha airport pada pukul 22.30 PM waktu setempat, dengan perbedaan waktu lima jam waktu Indonesia. Sekitar tiga jam kami menunggu, waktu itu kami gunakan untuk update status (tentang tanah asing pertama yang kami pijakkan pada perjalanan ini), sedikit belanja, sekedar duduk-duduk istirahat, dan berlatih lagu baru.

Kami bersiap berangkat lagi menuju Roma, QR81 pada jam 02.05. Kembali kami panjatkan syukur saat menjejakkan kaki di bandara Fiumicio, Roma. Rombongan dijemput oleh pak Boni dari Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk takhta suci Vatican, setelah kami melalui loket imigrasi. Terlihat box perlengkapan telah siap untuk dibawa, sementara beberapa koper masih menunggu untuk diambil dari bagasi pesawat.

Disambut Langsung Dubes RI untuk Vatikan
Udara dingin sejuk menghembus kulit Indonesia kami, saat pertama kalinya keluar dari pintu bandara, menuju bis yang telah disiapkan oleh KBRI. Sambutan hangat kami terima dari tim KBRI yang dipimpin oleh Bapak Budiharman. Anggota baru kemudian diperkenalkan pada Ibu Lusi, Ibu May, Bapak Iman, Claudio, Marco, dll. Rumah pertama kami di KBRI membuat kami masih seperti di Indonesia.

Udara sejuk layak Puncak terbalut keramahan saudara-saudari sebangsa di tanah orang merupakan cara yahud untuk beradaptasi. Halo Eropa! Tak sabar kami menorehkan kisah hidup kami di sini. (/anb)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar