Selasa, 01 Mei 2012

Keliling Kota Suci


Selasa, 1 Mei

Jam 8 pagi dengan menu nasi goreng hangat yang disediakan pihak KBRI kami mengisi perut. Nyam nyam nyam. Selain sarapan, aktifitas pagi itu juga diisi kegiatan konveksi, menjahit emblem pada jaket dan tas. Kegiatan ini tidak memandang gender, laki-laki pun turut melakukannya dengan suka cita.
Kamar Tidur pun Berubah jadi Konveksi
Setelah penuh dengan santapan jasmani, kami semua bergegas masuk ke bis yang  yang akan membawa kami ke Vatikan. Berangkat jam 9 WR (waktu Roma) dan setelah jalan 30 menit tahu-tahu berhenti. What happened? 
Safety First ;)

Ternyata bisnya mogok karena olinya abis. Sopir bis harus menghubungi pihak bengkel dan kami harus menunggu montir kasih mimik oli ke bis kayak dedek mimik susu. Satu jam menunggu dan kami pun on the way ke Vatikan. 

Selama di perjalanan mata dimanjakan pemandangan gedung-gedung tua terutama reruntuhan jaman kejayaan bangsa Romawi leluhur bangsa Italia. Mulai dari reruntuhan istana, pemandian, akuaduk, gerbang, dll. Hmm itu yang mesti ditiru bangsa Indonesia: menjaga dan melestarikan warisan nenek moyang sebelum diklaim bangsa lain. 

Obyek pertama adalah Koloseum (It. Coloseo). Bekas stadion untuk pertarungan hidup-mati para gladiator ini masih terlihat megah sekalipun sudah berusia lebih 2000 tahun. Kami segera berfoto-foto ria dan membuat foto bersama. Sudah asik foto rame-rame tiba-tiba Kak Wiwin baru memunculkan diri. Tampaknya dia habis sibuk menjawab panggilan alam. Kami pun mengulang kembali foto bersama.
 
Tiba waktunya makan siang. Kami dibawa oleh Claudio ke Burger King dekat kompleks Vatikan. Surprised! Claudio memesankan hamburger dengan porsi jumbo. Baru kali ini melihat anggota MP bersusah payah untuk menghabiskan makanan, bukan untuk memperoleh makanan. 

Dari Burger King berjalan di bawah rintik-rintik hujan menuju pintu gerbang Vatikan melewati deretan toko souvenir. Akhirnya sampailah kami ke pusat peziarahan umat Katholik selain Yerusalem. Barisan panjang manusia mengular di lapangan luas bernama Piazza di San Pietro. 
Menembus Hujan dan Dingin, Foto-foto pun Harus Tetap Berjalan
Lapangan ini diapit dua bangunan bertiang megah seolah-olah hendak merengkuh umat. Kami harus cepat-cepat membentuk barisan antrian sebelum keduluan rombongan lain. Sambil berjalan tak lupa kami berfoto-foto ria dengan latar belakang basilika Santo Petrus, bahkan sampai keluar barisan. Ini yang bikin tour guide turis-turis sepuh dari Cina di belakang gusar dan komplain ke Pak Putut sebagai pemimpin rombongan. Sirik ya Cik bawa simbah-simbah? Bawa balita aja lain kali weks. 

Akhirnya kami serombongan masuk ke 'rumah Tuhan' di Roma. Betapa besar jerih payah arsitek dan seniman mengorbankan jiwa dan raga untuk mewujudkan rumah Tuhan. Bukan, bukan kemegahan bangunan ini yang membuat takjub, tapi betapa manusia bersedia berkorban mempersembahkan yang terbaik yang bisa diberikan kepada Tuhan dalam wujud karya seni bercita rasa tinggi. 

Kami mendapat kesempatan berdoa di kapel-kapel yang tersedia di dalam basilika, termasuk Sanctissima yang kabarnya banyak doa terkabulkan jika dipanjatkan di sana. Jam 4 usailah sudah acara jalan-jalan. Karena bis mogok tadi, kunjungan ke Fontana di Trevi harus dibatalkan. Sayang sekali tapi semoga kami bisa kembali lagi di masa mendatang (amin amin). (/and)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar