Kamis, 03 Mei 2012

Sampai Jumpa Roma, Selamat Datang Bolzano


Kamis,  3 Mei

Singkat waktu kami berkarya di ibukota Italia. Hari ini kami harus berangkat dengan bus berkapasitas 57 orang menuju Bolzano yang kabarnya membutuhkan sembilan jam perjalanan.
Perpisahan dengan KBRI Vatikan di Roma

Untuk mengisi waktu, bergantian kami memberikan kesan-kesan tentang pengalaman kami bersama Mia Patria. Rasa syukur, haru, dan tawa berbaur siang itu. Di sini lah rasa cinta antara Mega dan Ine mulai tumbuh, juga Andre dengan “dasi”nya. (Dasi dasi apa yang bikin sehat dan gembira? Silahkan dijawab sendiri) 

Ada dua perhentian, juga dua sopir, sepanjang perjalanan kami. Perhentian pertama selama dua puluh menit, kami sempat tertipu dengan tulisan “gratis wifi”. Banyak yang mulai bersorak gembira, namun ternyata kami harus menggunakan nomor Italia untuk terhubung. 

Sejenak kami berhenti lagi untuk makan siang dengan perbekalan yang telah disiapkan oleh mbak Ika dan mbak Dita di sebuah pom bensin. Makanan dari jamuan malam sebelumnya masih cukup enak untuk mengenyangkan perut kami, berupa ikan teri medan, semur ayam kuning, sayur salad dan kerupuk, ditemani pisang dan beberapa botol air mineral yang biasa disiapkan oleh KBRI. Ahh.. betapa sungguh kami merasakan dikasihi oleh Negara Indonesia, tanah air kami, melalui kedutaan besarnya di Negara yang kami singgahi.

Makin terasa perjalanan semakin mendekatkan kami satu sama lain. Terutama dengan makan satu kotak untuk dua atau tiga orang. Pak Putut dengan murah hati pun masih menawarkan makanan berupa Panini (roti isi potongan daging ham) dan pizza yang dibelikan oleh tim konsumsi bagi mereka yang masih belum kenyang. Kemurahan Tuhan senantiasa kami rasakan dalam perjalanan panjang di darat ini, dimana kami selalu tercukupi kebutuhan pangan dan khawatir kelaparan. “Days ahead will always be, result of what we’re doing now….”
Perhentian Pertama, Yeehaaaa....

Jam empat sore kami berangkat lagi menuju Bolzano. Selama perjalanan, untuk mengusir rasa bosan, kami bernyanyi “You and I”, “Today”, “Kami Bersyukur”, dengan iringan gitar dari Bobby. 

Kemudian Pak Putut membagi grup kami ke dalam 10 kamar, dengan variasi satu kamar untuk lima orang dan tiga orang, sesuai kapasitas kamar yang tersedia disana.

Sore itu kami pun tiba  di biara SVD, tempat kami akan tinggal, disambut oleh pater Tus dari Flores dan pater Dialfonso dari Angola. Setelah menaruh barang di kamar kami masing-masing, kami makan malam bersama di ruang makan yang terang dan bersih. Menu saat itu berupa bistik daging, dengan minuman jeruk dan buah peach. Setelahnya disiapkan jadwal piket untuk menata meja dan cuci piring untuk makan-makan selanjutnya di Jugendzentrum (wisma SVD). 

Jam 10 malam, usai kami istirahat sejenak, kami berkumpul lagi di ruang makan untuk pengenalan tiap anggota MP dengan pater Tus. Juga dengan pater Herman dan Bapak Ludwig. Mereka adalah orang-orang yang berbaik hati memberikan kami kesempatan berkarya di kota bilingual (bahasa Jerman dan Italia) itu. (/anb)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar